KOPI ARABIKA JAWA TENGAH

Kopi merupakan salah satu komoditas yang paling banyak diperdagangkan di dunia dan Indonesia merupakan produsen terbesar ke 4 di dunia setelah Brasil, Vietnam dan Kolombia dengan produksi 795.000 ton pada tahun 2021. Kopi yang banyak diperdagangkan di dunia maupun di Indonesia adalah Kopi Arabika, Robusta dan Liberika termasuk di Jawa Tengah. Kopi arabika merupakan salah satu jenis kopi yang mempunyai karakteristik dan citarasa yang khas. Kopi arabika merupakan salah satu komoditas unggulan di Jawa Tengah. Luas lahan kopi arabika di Jawa Tengah 9.212 ha dengan produksi 2.957 ton pada tahun 2021.
Penghasil kopi arabika di Jawa Tengah tersebar di Kabupaten Temanggung, Wonosobo, Magelang, Banjarnegara, Pemalang, Jepara, Purbalingga, Kab. Semarang, Karanganyar, Kendal, Batang, Pekalongan, Tegal, Brebes, Klaten, Banyumas dan Boyolali.
Secara baku teknis kopi arabika tumbuh dan berproduksi dengan baik pada daerah dengan ketinggian diatas 1.000 mdpl, sehingga secara agroklimat Jawa Tengah yang terdiri dari banyak gunung maupun pegunungan masih sangat potensial untuk pengembangan kopi arabika.Di Jawa Tengah ada beberapa varietas kopi arabika yang tumbuh dengan baik diantaranya kartika, lini S 795, komasti, andungsari, sigarautang, gayo, yellow canturra, yellow burbon. Dalam budidaya kopi dapat dibudidayakan secara monokultur, tumpangsari/diversifikasi maupun dijadikan sebagai tanaman untuk konservasi pada lahan-lahan kritis.
Sebagai langkah strategis dalam upaya mendorong pengembangan kopi menjadi produk agribisnis unggulan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan mengeluarkan kebijakan terkait perkopian diantaranya dengan :
1) Mematok target peningkatan produksi kopi 2,5 % per tahun dalam RPJMD.
2) Fasilitasi upgrading SDM pelaku utama/pelaku usaha kopi.
3) Fasilitasi bantuan sarana dan prasarana pertanian(on farm dan off farm) kopi.
4) Fasilitasi kemitraan antara pelaku utama (petani) dengan pelaku usaha kopi.
5) Fasilitasi inovasi dan integrasi usaha tani.

Komentar


List Komentar


Link terkait
Pemprov Jateng
Lapor gub
LKPP
LPSE
Kementan